MEKANISME PASAR KEUANGAN: Hubungan Ms, Pb, dan i
- Ms = Jumlah Uang Beredar (Money Supply)
- Pb = Harga Obligasi (Price of Bonds)
- i = Suku Bunga / Imbal Hasil (Interest Rate / Yield)
- Mengapa Pb turun (Harga Obligasi Turun)?Sesuai hukum permintaan dan penawaran, ketika bank sentral membanjiri pasar dengan obligasi baru, terjadi kelebihan penawaran (excess supply) obligasi. Agar obligasi tersebut laku terjual di tengah pasokan yang melimpah, harganya harus diturunkan.
- Mengapa Harga Obligasi Turun memicu Suku Bunga Naik (i naik)?Obligasi memiliki nilai kupon (bunga tetap) yang nominalnya sudah tertera sejak awal. Ketika harga beli obligasi di pasar turun, keuntungan riil atau tingkat pengembalian (yield) yang didapat investor secara otomatis menjadi lebih tinggi.
- Analogi Sederhana:Anda membeli obligasi dengan Nilai Nominal Rp1.000.000 yang memberikan kupon tetap Rp50.000 per tahun.
- Jika dibeli di harga normal (Rp1.000.000), maka suku bunga riil Anda adalah 5% (didapat dari Rp50.000 / Rp1.000.000).
- Karena bank sentral menjual massal, harga obligasi jatuh menjadi Rp800.000 (kupon tetap Rp50.000).
- Jika Anda membeli di harga diskon ini, suku bunga riil (yield) Anda naik menjadi 6,25% (didapat dari Rp50.000 / Rp800.000). Penurunan harga obligasi inilah yang mencerminkan kenaikan suku bunga di pasar.
- Mengapa Ms turun Memicu Penjualan Obligasi oleh Masyarakat?Ketika bank sentral menarik uang dari sistem perekonomian (Ms turun), masyarakat dan bank-bank umum kekurangan likuiditas (uang tunai). Untuk mendapatkan kembali uang tunai demi keperluan transaksi sehari-hari atau cadangan wajib, masyarakat dan institusi keuangan berbondong-bondong menjual aset mereka yang paling likuid setelah uang, yaitu obligasi.
- Dampak Berantainya:Aksi jual obligasi secara serentak oleh masyarakat ini membuat pasar obligasi kembali mengalami kelebihan penawaran, sehingga harga obligasi semakin jatuh (Pb turun). Agar investor mau mengorbankan uang tunainya yang sedang langka untuk membeli obligasi tersebut, penerbit obligasi atau pasar harus menawarkan imbal hasil atau suku bunga yang lebih tinggi (i naik) sebagai kompensasi atas hilangnya likuiditas.
- Pb = Harga obligasi saat ini (Price of Bond)
- F = Nilai nominal obligasi saat jatuh tempo (Face Value)
- i = Suku bunga pasar / tingkat pengembalian (Yield to Maturity)
- n = Jangka waktu hingga jatuh tempo (tahun)
- ^ = Simbol pangkat matematika
- Jika suku bunga (i) NAIK, nilai pembagi (1 + i)^n menjadi BESAR, sehingga harga obligasi (Pb) pasti TURUN.
- Jika suku bunga (i) TURUN, nilai pembagi (1 + i)^n menjadi KECIL, sehingga harga obligasi (Pb) pasti NAIK.
- C = Nilai kupon tetap per tahun





